Film horor yang menyentuh. Itulah kesan yang saya dapat setelah menonton A Quiet Place. Dan kesan menyentuh ini perlu dicetak tebal, karena memang sangat mendalam. Kita beruntung karena belakangan ini muncul beberapa film horor yang non-konvensional, berani menerobos batasan style genre tersebut. Misalnya saja Get Out, The Witch, The Wailing, dan yang terbaru adalah Hereditary. Film-film ini sudah pasti tergolong horor, namun mereka mempunyai efek seram yang tidak mengandalkan jump scares semata-mata. Film-film ini mampu membuat kita berpikir dan merenungkan makna yang disampaikannya.

It adalah salah satu film yang paling ditunggu di tahun 2017 lalu. Adaptasi dari novel horor karya Stephen King ini telah digagas sejak lama, dengan berbagai dinamika dalam proses produksinya. Hingga pada akhirnya Andy Muschietti menjadi sutradaranya setelah Cary Fukunaga mundur dari kursi sutradara. Para fans sangat mengimpikan adaptasi baru dari It, setelah miniseri televisinya telah menjadi cukup jadul (tahun 1990). Ini dapat dilihat dari trailernya yang ditonton 197 juta kali dalam waktu 24 jam pertama rilis (nomor dua terbanyak setelah Avengers: Infinity War).

Get Out adalah film debut dari sutradara Jordan Peele. Film ini mungkin tidak terlalu terkenal (tidak ada aktor papan atas di dalamnya), namun sempat tayang di bioskop Indonesia. Meski tidak terkenal, film ini sangat bagus dan memberikan sesuatu yang baru.

Tidak banyak film yang menggetarkan jiwa kita, membuat kita berpikir cukup lama setelah menontonnya. The Wailing adalah salah satu film tersebut. Film horor besutan sutradara Na Hong-Jin (sineas muda yang disebut-sebut sebagai generasi jenius setelah Park Chan-Wook dan Bong Joon-Ho). Setelah dua filmnya sebelumnya (The Chaser dan The Yellow Sea) lebih berupa thriller, The Wailing adalah horor murni dengan elemen supranatural yang kental. Namun berbicara tentang horor, Anda jangan membayangkan horor ala Hollywood dengan kejutan-kejutan menakutkan yang memanfaatkan efek suara keras secara tiba-tiba. Di dalam The Wailing, nyaris tidak ada kejutan mengagetkan seperti itu. Efek seram dan ketegangan yang disuguhkan lebih berupa efek psikologis. Namun ini justru lebih membuat kita terpaku dan tercengkeram dalam tautan narasi yang dirangkai dengan begitu pintarnya.